MEMILIH TEMAN
MEMILIH TEMAN
Oleh: Romitar HS
Sudah menjadi kodrat manusia sebagai makhluk sosial, makhluk yang tidak dapat hidup sendiri. Hal ini disebabkan karena dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya, manusia tidak dapat melakukannya sendiri tanpa bantuan atau peranserta orang lain.
Begitu juga dalam kehidupan sosial. Manusia akan senantiasa berinteraksi dengan orang orang di sekitarnya. Interaksi antar manusia sebagai makhluk sosial memiliki tujuan masing-masing. ada yang tujuannya adalah untuk urusan ekonomi, ada yang tujuannya untuk urusan keagamaan dan ibadah serta ada juga yang tujuannya untuk urusan cinta.
Dari ketiga macam interaksi tersebut, ada sebuah interaksi yang terjadi secara alamiah di lingkungan kerja kita. Inilah inti dari tulisan yang akan saya buat. Tulisan ini juga saya buat dengan tujuan untuk melatih kemampuan literasi saya dalam bidang menulis.
Berteman dalam lingkungan kerja adalah satu hal yang menyenangkan, bagaimna tidak? sebab dengan menjalin hubungan pertemanan yang erat dan apik di lingkungan tempat kerja kita akan membuat kita merasa nyaman dan memperoleh banyak kemudahan. Contohnya, saya sebagai seorang pekerja kantor dibidang administrasi sudah menikmati langsung faedah dan keuntungan menjalin tali pertemanan dengan teman kerja.
Dalam proses menjalin pertemanan ini, ada beberapa keunikan yang mau tidak mau, senang ataupun tidak senang harus kita hadapi. Ada teman yang hanya ingin di tolong, namun ketika kita kesulitan dia tidak mau menolong walau hanya berbasa basi. Ada teman yang ingin didengar kata-katanya namun ia tidak mau mendengarkan kata-kata dari teman lainnya, dan ini menurut saya termasuk dalam kategori egois dan merasa paling pintar.
Adapula teman yang selalu menyampaikan cerita-cerita yang tidak pantas disampaikan dari si A kepada si B atau sebaliknya. Tua bukan ukuran seseorang menjadi bijaksana. Tidak jarang orang yang masih berusia muda memiliki wawasan dan kebijaksanaan yang tinggi. Itulah mengapa kita harus pandai -pandai mencari teman.
Pengalamanku mengajarkanku bagaimana harus bersikap dan bertutur di lingkungan kerjaku. Bahwa berteman seadanya saja dan tidak perlu berlebihan. Karena ketika kita berteman dalam lever yang cukup intens, kita akan mudah untuk mencurahkan segala uneg-uneg yang kita alami, hingga hal-hal yang bersifat pribadi. Hal ini dilakukan agar setelah bercerita, hati dan fikiran kita sedikit lega, namun kenyataannya berkata beda. Ketika kita sudah mau menceritakan uneg-uneg kita kepada salah satu teman kerja kita, maka bersiap siaplah kita kecewa karena cerita kita itu akan menjadi konsumsi yang lezat diantara teman-teman kerja kita.
Namun di satu saat, saya pernah memiliki teman kerja yang sangat luar biasa. Melindungi dan menjada serta gemar membantu. Semua keluh kesah yang pernah saya ceritakan tidak akan keluar lagi untuk dikonsumsi oleh teman-teman lain. Dari kejadian -kejadian yang saya alami seputar teman kerja, makanya sekarang saya lebih hati-hati dalam memilih teman, agar tidak menyesal di belakang hari.
KL, 05 September 2018
Oleh: Romitar HS
Sudah menjadi kodrat manusia sebagai makhluk sosial, makhluk yang tidak dapat hidup sendiri. Hal ini disebabkan karena dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya, manusia tidak dapat melakukannya sendiri tanpa bantuan atau peranserta orang lain.
Begitu juga dalam kehidupan sosial. Manusia akan senantiasa berinteraksi dengan orang orang di sekitarnya. Interaksi antar manusia sebagai makhluk sosial memiliki tujuan masing-masing. ada yang tujuannya adalah untuk urusan ekonomi, ada yang tujuannya untuk urusan keagamaan dan ibadah serta ada juga yang tujuannya untuk urusan cinta.
Dari ketiga macam interaksi tersebut, ada sebuah interaksi yang terjadi secara alamiah di lingkungan kerja kita. Inilah inti dari tulisan yang akan saya buat. Tulisan ini juga saya buat dengan tujuan untuk melatih kemampuan literasi saya dalam bidang menulis.
Berteman dalam lingkungan kerja adalah satu hal yang menyenangkan, bagaimna tidak? sebab dengan menjalin hubungan pertemanan yang erat dan apik di lingkungan tempat kerja kita akan membuat kita merasa nyaman dan memperoleh banyak kemudahan. Contohnya, saya sebagai seorang pekerja kantor dibidang administrasi sudah menikmati langsung faedah dan keuntungan menjalin tali pertemanan dengan teman kerja.
Dalam proses menjalin pertemanan ini, ada beberapa keunikan yang mau tidak mau, senang ataupun tidak senang harus kita hadapi. Ada teman yang hanya ingin di tolong, namun ketika kita kesulitan dia tidak mau menolong walau hanya berbasa basi. Ada teman yang ingin didengar kata-katanya namun ia tidak mau mendengarkan kata-kata dari teman lainnya, dan ini menurut saya termasuk dalam kategori egois dan merasa paling pintar.
Adapula teman yang selalu menyampaikan cerita-cerita yang tidak pantas disampaikan dari si A kepada si B atau sebaliknya. Tua bukan ukuran seseorang menjadi bijaksana. Tidak jarang orang yang masih berusia muda memiliki wawasan dan kebijaksanaan yang tinggi. Itulah mengapa kita harus pandai -pandai mencari teman.
Pengalamanku mengajarkanku bagaimana harus bersikap dan bertutur di lingkungan kerjaku. Bahwa berteman seadanya saja dan tidak perlu berlebihan. Karena ketika kita berteman dalam lever yang cukup intens, kita akan mudah untuk mencurahkan segala uneg-uneg yang kita alami, hingga hal-hal yang bersifat pribadi. Hal ini dilakukan agar setelah bercerita, hati dan fikiran kita sedikit lega, namun kenyataannya berkata beda. Ketika kita sudah mau menceritakan uneg-uneg kita kepada salah satu teman kerja kita, maka bersiap siaplah kita kecewa karena cerita kita itu akan menjadi konsumsi yang lezat diantara teman-teman kerja kita.
Namun di satu saat, saya pernah memiliki teman kerja yang sangat luar biasa. Melindungi dan menjada serta gemar membantu. Semua keluh kesah yang pernah saya ceritakan tidak akan keluar lagi untuk dikonsumsi oleh teman-teman lain. Dari kejadian -kejadian yang saya alami seputar teman kerja, makanya sekarang saya lebih hati-hati dalam memilih teman, agar tidak menyesal di belakang hari.
KL, 05 September 2018
Komentar
Posting Komentar